29/11/16

Aku, kamu, dan dia (8)

Aku terlanjur melakukan banyak hal dengannya.
Aku terlanjur mengukir banyak sekali memori bersamanya.
Hingga kini, meski aku telah terpisah dengannya, aku masih punya memori baru bersamanya.
Apapun itu, masih belum membatasiku untuk tidak berhubungan dengannya.

Mungkin kamu merasakan hadirnya diriku.
Tapi kamu tak pernah tahu betapa hatiku telah dimilikinya.
Menuliskan tiap kata dan bait memori hanya dengannya
Dan menyampaikan pada dunia bahwa aku milikmu sepenuhnya.

Dunia ini adalah tempat berkumpulnya keanehan.
Mungkin kamu tak seperti aku yang sangat familiar dengan keanehan itu.
Atau ini semua hanya karena aku terlalu fokus padanya hingga lupa dengan hadirmu?
Ah, terlalu banyak lintasan pikiran menyapa diri saat semua berkutat antara aku, kamu dan dia.
Memori ini masih saja menghantuiku dan aku menyadari bahwa aku lah yang belum bisa move on.

Hidupmu, hidupku, dan hidupnya.
Akankah semua bermuara pada satu kebaikan yang diridhoiNya?
Entahlah..

20/10/16

Aku, kamu, dan dia (7)

Apa kamu tak tahu kalau aku terlalu mencintaimu?
Apa semua tindakanku padamu tidak cukup menjadi petunjuk besarnya cintaku?
Apa mungkin kamu kira itu semua hanya hal biasa yang terjadi antar teman?
Aku terlalu mencintaimu

Tuhan, maafkan aku yang masih saja menyimpan namanya dalam hatiku.
Bahkan tak jarang aku bertemu kembali dengannya
Lalu melupakan sejenak siapa diriku yang sesungguhnya
Kuambil satu pena yang biasa kutuliskan semua ungkapan seorang anak manusia yang tak biasa

Apa aku harus melupakanmu untuk merengkuh cintanya?
Apakah dia tak tahu masih ada kamu di dalam hidupku?

Skesta kehidupanku
Jalan ceritamu
Dan kebersahajaannya
Semua lengkap dan saling melengkapi
Aku tak bisa berkutik dan hanya duduk di seberang lalu melihat semuanya hilang

Aku, kamu, dan dia
Selamanya berkelindan dalam satu keabadian bernama kenangan

18/10/16

Aku, kamu, dan dia (6)

Kali ini aku benar-benar merindukannya
Saat dia menyapaku dengan kalimat khasnya
Aku sangat memahaminya, dia begitu pasti ada sesuatu
Apakah kamu tidak melihat tindaktanduknya?

Aku termenung karena rasa rindu ini begitu menggebu
Dan dia masih tak menyadari bahwa aku mencintainya!
Kamu pun juga tak tahu selama ini aku hanya berpura-pura!
Lalu, aku ini munafik atau seorang apa?

Aku, kamu, dan dia.
Bukan lagi tentang cinta segitiga
Bukan pula tentang lantunan kata-kata
Ini hanya sebuah olah rasa dan jiwa
Agar ia tak menjadi gila.